Kamis, 13 April 2017

Jangan Salahkan Jilbabku

Ditulis oleh Oom Komariyah at 4/13/2017 10:17:00 AM
menurutmu ini? 

Assalamua'laikum, Wr. Wb 😊😊

Alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat sharing di blog yang menurutku sangat random ini.

Cerita dikit deh, aku awal hijab pas kelas 6 SD umur 13 Tahun gitu. Cuma ikut-ikutan mamah dan kakakku aja sih awalnya, gapernah disuruh. Dan Alhamdulillah sampai sekarang masih tetep hijaban ya walaupun belum sempurna :’)
hijaban tapi masih pake yang pendek tidak menutup dada, pakaian alakadarnya membentuk lekuk tubuh memakai celana jeans yang ketat :’)

Pada dasarnya, umat islam  mengetahui bahwa berhijab atau berjilbab itu wajib bagi muslimah. Dalam artian hijab yang sesuai syariat dan tuntunan islam.
Sampai pada akhirnya aku memutuskan sedikit-sedikit untuk menjauhi hijab pendek dan celana jeans.
Aku berpikir tidak ada yang namanya terlambat untuk kebaikan. Aku sangat bersyukur, Allah masih sayang sama aku dan masih mau memberikan hidayah-Nya untukku. Bersyukurlah kalian yang hatinya masih diketuk hidayah-Nya, karena kalian adalah orang-orang yang beruntung.

Sampai detik inipun aku masih terus berusaha dan berusaha memperbaiki diri agar menjadi muslimah yang lebih baik. Setiap manusia tidak luput dari dosa dan khilaf. Termasuk masalah hijab itu sendiri. Mungkin saat ini aku belum berhijab yang benar-benar syar’i jika di bandingkan dengan mereka yang sudah berpenampilan dengan syar’i sesuai dengan syariat dan tuntunan islam. Setiap orang butuh proses untuk berubah, termasuk berhijab. Karena pada dasarnya hijab itu tidak hanya menutup aurat dan memakai jilbab, tapi membenahi hati dan diri dari perilaku, perkataan dan pikiran.

Mungkin banyak orang yang mencemooh dan menggunjingkan aku dan mereka yang berhijab tapi pakaian dan sikapnya masih tidak sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh agama. Pakaiannya masih ketat, transparan, masih ada aurat yang terlihat ataupun gaya hijabnya tidak sesuai secara syar’i, misalnya tidak menutup dada tadi.
Itu fenomena yang masih banyak terjadi sekarang ini. Semua itu jadi teguran untukku pribadi supaya bisa berpenampilan lebih baik. Walaupun tetap berusaha untuk bisa berpenampilan seperti yang seharusnya. Dari segi sikap juga, masih banyak muslimah yang bersikap kurang baik yang membuat muslimah yang belum berhijab maupun berhijab menjadi “protes”. Tidak jarang hal ini di jadikan “omongan” bagi mereka, terutama yang belum berhijab. Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan,

“lebih baik jilbabin hatinya dulu” mana ada hijab untuk hati? Dimana yang menjual hijab untuk hati?
 “buat apa berjilbab tapi masih melakukan maksiat?”
”untuk apa si berjilbab,kalau kelakuannya aja buruk, lebih baik ga usah berhijab sekalian”
“percuma berjilbab, kalau akhlaknya buruk”
“takut susah cari kerjaan atau jodoh”
atau juga “belum siap pakai jilbab”
“aku belum siap karena akhlakku belum baik”

Itu contoh-contoh ungkapan mereka yang belum mau memutuskan berjilbab.

Meskipun banyak orang yang berbicara seperti itu, tapi aku tetap menghargai mereka-mereka yang sudah memutuskan berhijab walaupun masih pakai baju yang ketat, terlihat leher dan sebagian tangan atau aurat yang lainnya.  Walaupun seharusnya tidak seperti itu, tapi menurutku mereka masih jauh lebih baik di bandingkan yang masih saja cuma ngomong dan mencemooh. Karena buatku akan di butuhkan proses dan waktu bagi setiap orang untuk berubah. Setidaknya dari aku atau mereka (yang masih di nilai tidak baik), sudah ada niat dan keinginan menutup auratnya walaupun belum sempurna. Aku sendiripun masih berproses untuk terus memperbaiki diri lagi. 

Aku tidak menyalahkan orang yang belum berhijab dan mencemooh mereka yang berjilbab karena sikap dan penampilannya, karena itu memang masih banyak terjadi. Memang sulit merubah seseorang, tapi setidaknya lakukan perubahan itu kepada diri sendiri dulu. aku hanya bisa menyarankan dan mendoakan semoga muslimah-muslimah berhijab semua bisa memberikan contoh dan pandangan yang baik untuk orang lain. Hanya saja bagi yang belum berhijab, semoga bisa menjadi bahan introspeksi diri dan berpikir mereka muslimah yang sudah mau berhijab walaupun belum sempurna, setidaknya masih lebih baik karena sudah “lebih dulu” meniatkan dalam dirinya untuk berubah dan menutup auratnya. Kalau menunggu siap, kapan siapnya? Sedangkan umur kita di dunia ini tidak pernah tahu sampai kapan.

 
Rasulullah telah bersabda :
"Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)." (HR. Ahmad, Abu
Daud, Tirmidzi, bn Majah)


Jika akhlakku kurang baik atau memang tidak baik tolong jangan salahkan jilbab dan pakaianku. karena kalian tidak pernah tau sulitnya aku untuk menyesuaikan keduanya. aku sedang berusaha menjadi lebih baik dari pribadiku sebelumnya.
Berhijab bukanlah berarti wanita itu berakhlak mulia dan tanpa dosa, dia tetaplah manusia yang tak luput dari khilaf dan dosa.

Tidak ada kaitannya apabila wanita itu sudah berakhlak mulia barulah ia boleh mengenakan hijab.

Hijab dan Akhlak merupakan 2 hal yang berbeda.
 
Wanita yang mengenakan hijab belum tentu berakhlak mulia, tetapi wanita yang berakhlak mulia sudah pasti mengenakan hijab.
😇

Tidak perlu lebih  baik dari semua orang, cukup lebih baik dari diriku yang dulu. Semangat!

Yuk sedikit demi sedikit perbaiki diri. Kalo ga sekarang? Kapan lagi?
😊
Allah bless us ^^

*Catatan untuk diri sendiri*

#hijabdanakhlak #jilbab #hijab #storyofmylife #friendlyreminder  #selfreminder #noteforself #motivasidiri







0 komentar:

Posting Komentar

 

Bukan Traveller Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review